• Jelajahi

    Copyright © Kanal Sumut
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Monetize your website traffic with yX Media

    Mengeluh Pelayanan Rumah Sakit Via Facebook, Pasien PDP di Sumut Akhirnya Meniggal

    Sabtu, 04 April 2020, April 04, 2020 WIB Last Updated 2020-04-04T11:32:22Z
    yX Media - Monetize your website traffic with us
    yX Media - Monetize your website traffic with us



    Berstatus Pasien Dalam Pantauan (PDP) Covid-19 dan dirawat disalah satu Rumah Sakit di Kota Padang Sidempuan, EEL akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (4/4). Sebelum meninggal, EEL yang sedang hamil tersebut sempat mengunggah curhatannya tentang pelayanan RSUD Padang Sidempuan, melalui siaran langsung facebook pribadinya pada Jumat (3/4) pukul 18.20 WIB.

    Pada siaran langsungnya di facebook, EEL menyebutkan pelayanan RSUD Padang Sidempuan, Sumatera Utara tidak maksimal, sehingga akhirnya dia meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Medan.  “Ini ruangan rumah sakit,  ruangan rumah sakit yang idak layak dipakai,  minta minum saja, dua jam kemudian baru datang. Sesak,” ujar EEL pada siaran langsungnya di facebook.

    Selanjutnya EEL yang masih berada di ruangan isolasi dan terpasang selang bantu pernafasan dihidungnya , juga mengeluhkan makanan yang diberikan rumah sakit kepadanya tidak layak. “Ini gimana orang mau makan. Nasinya keras,  orang sehat saja tidak bisa makan, apalagi saya yang lagi sakit, Ini makanannya (Sambil menunjukkan nasi), Ini ruangan Rumah Sakit Kota Padang Sidimpuan. Ya Allah, sesak ya Allah, Minta minum saja dua jam baru dating, Ya Allah, Tuhanku, sesak. Tolong,” ujar EEL

    Ketika dikonfirmasi, Wali Kota Padang Sidempuan Irsan Efendi Nasution, membenarkan terkait meninggalnya EEL. Irsan menyebutkan EEL meninggal ketika dalam perjalanannya ke Rumah Sakit Adam Malik Medan, Sumatera Utara pada Jumat malam pukul 23.30 WIB, dimana Ambulance harus menempuh perjalanan  selama 10 jam untuk sampai ke Medan.

    Sesampainya di Medan, jenazah dimakamkan di kuburan khusus COVID-19 yang terletak di Kawasan Simalingkar B Medan. Untuk proses Pemakamannya sendiri, Wali Kota Padang Sidempuan, mengaku sudah berkordinasi dengan Gugus Tugas Sumut, dan PLT Kota Medan.  

    Terkait dengan keluhan EEL di facebook sebelum meninggal, Irsan menyebutkan bahwa pihak rumah sakit sudah semaksimal mungkin melakukan pelayan terhadap pasien, termasuk EEL, pasien yang berstatus PDP.

    Bahkan pihak Rumah Sakit sudah memfasilitasi pasien dengan 16 perawat dan beberapa dokter. “Saya bukan mau membela rumah sakit, Nasi yang dia tunjukan itu, Sudah kita tanya sebelumnya dia pengin apa, Itu yang kita beli,” ujar Irsan.

    Kemudian Irsan menambahkan dengan membantah tuduhan pasien sebelum meninggal yang menyebutkan bahwa perawat terlambat mengantar dua jam ketika pasien minta air minum. Karena terlihat dalam video pasien bahwa ada dispenser disampingnya, sebelum pasien meninggal dunia.

    " Saya pikir petugas medis di RSUD Padang Sidempuan sudah mempertaruhkan nyawa, keselematan mereka membela pasien kita ini, walaupun mereka harus menerima bully seperti ini,” ujar Irsan.(Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini