• Jelajahi

    Copyright © Kanal Sumut
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Monetize your website traffic with yX Media

    Masker dan Antiseptic Langka, Seorang Mahasiswa Ciptakan Sendiri

    Senin, 23 Maret 2020, Maret 23, 2020 WIB Last Updated 2020-03-23T06:03:31Z
    yX Media - Monetize your website traffic with us
    yX Media - Monetize your website traffic with us
    Sumber Foto : Istimewah 


    Karena maraknya penyebaran virus corona dan  langkahnya masker dan penyanitasi tangan di  seluruh apotek dan supermarket, seorang warga Kota Medan, Sumatera Utara berinisiatif membuat hand sanitizer atau penyanitasi tangan sendiri berdasarkan cara yang telah dibuat dalam surat edaran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Bahan penyanitasi tangan ini dibeli di toko kimia dan dibuat hanya untuk kebutuhan sendiri serta keluarga guna mencegah penyebaran Covid-19.

    Dengan kondisi permintaan alat pelindung diri (A-P-D) seperti masker dan hand sanitizer atau penyanitasi tangan yang tinggi pada masyarakat, kelangkaan kerap terjadi di apotek.  Harga yang relatif tinggi juga terkadang menjadi kendala bagi masyarakat untuk membelinya.

    Agar tidak panik guna menyikapi kondisi tersebut, salah seorang warga di Jalan Amal Luhur Medan, Sumatera Utara,  Rufina Pramudita, berinisiatif untuk membuat hand sanitizer sendiri di rumah, guna dipakai untuk dirinya dan keluarga.Wanita 26 tahun ini,  membuat penyanitasi tangan dengan berpedoman pada syarat dari World Health Organization (W-H-O),  yang ada dalam surat edaran Balai Pengawasan Obat Dan Makanan (B-POM) yang telah resmi beredar.

    Sumber Foto : Istimewah

    Selain dari surat edaran B-POM, dirinya juga belajar dari video pembimbingan atau tutorial resmi yang dibuat oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), guna mencampur bahan seperti ethanol, gliserin, air dan sejumlah bahan lainnya ke dalam botol yang telah disiapkan.

    Rufina mengaku, bahan membuat penyanitasi tangan ini dibeli dari toko kimia/ yang menjual bebas 
    bahan tersebut, walaupun jumlah pembeliannya dibatasi oleh penjual. Meski bisa membuat sendiri, hand sanitizer buatannya hanya dipakai untuk dirinya dan keluarga, tanpa diperjualbelikan.

    "Karena hand sanitizer itu cukup sulit didapat atau langka, jadi saya berinisiatif membuatnya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Karena berhubung BPOM dan WHO telah membuat surat edaran sendiri, jadi saya belajar membuatnya. karena surat itu, saya buatnya dari bahan-bahan yang dijual bebas." Ucapnya

    Sumber Foto : Istimewah

    Sementara itu, Martini, selaku orang tua merasa bersyukur dengan hand sanitizer buatan anaknya sendiri. Dengan begitu,  dirinya merasa lebih aman karena bisa sesering mungkin mencuci tangan setelah beraktivitas, sehingga tidak mudah terinfeksi corona atau covid-19.

    " ya kalau saya merasa beryukur, dengan adanya hand sanitizer ini di rumah, karena anak saya bisa membuatnya. Jadi ya karena kita orang tua kan lebih rentan kan dari virus corona ini. Makanya saya dengan adanya ini, saya bisa sesering mungkin membersihkan tangan saya, anak-anak dan cucu saya." Ungkapnya.

    Untuk mencegah kepanikan di masyarakat, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) telah mengeluarkan surat edaran untuk membuat hand sanitizer sederhana bagi masyarakat. Namun, B-POM juga mengingatkan bahwa penyanitasi tangan yang dibuat masyarakat tidak boleh untuk diperjualbelikan, karena harus melalui izin edar sehingga hanya bisa dipakai untuk kalangan sendiri.
    (RED)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini