• Jelajahi

    Copyright © Kanal Sumut
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Monetize your website traffic with yX Media

    Istri Dan Anak Pegawai Telkom Meninggal Di Cianjur Positif Terkena Corona

    Senin, 16 Maret 2020, Maret 16, 2020 WIB Last Updated 2020-03-16T04:59:26Z
    yX Media - Monetize your website traffic with us
    yX Media - Monetize your website traffic with us



    Pegawai PT Telekomunikasi Indonesia  berusia 50 tahun yang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafidz, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipastikan positif virus Corona. Sementara itu  istri dan anak dari pasien tersebut juga positif corona.

    Dilansir detik.com,Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, membenarkan kalau istri dan anak pegawai Telkom itu positif Corona.

    "Iya (istri-anak positif corona)," ujar Alamsyah lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (16/3/2020).


    Saat ini keduanya telah berada di rumah sakit rujukan untuk COVID-19. Ibu dan anak itu dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung.

    Menurut Alamsyah  para tetangga pasien positif Corona itu sudah diberitahu terkait hal tersebut. Namun, warga sekitar memilih tidak mengungsi.

    "Nggak (warga tidak mengungsi)," kata Alamsyah.


    Alamsyah memastikan, selain bapak-istri-anak itu, belum ada lagi pasien yang dinyatakan positif Corona. Namun, di Kabupaten Bekasi sendiri, terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 40 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 12.

    Sebelumnya, seorang pegawai Telkom yang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur sempat dinyatakan negatif virus Corona. Belakangan diketahui, almarhum ternyata positif Corona. Kementerian Kesehatan menjelaskan perubahan hasil tes dari negatif ke positif COVID-19 itu.

    "Pemeriksaan menjadi positif nggak bisa sekali periksa langsung positif. Beberapa kasus PDP (pasien dalam pengawasan), kita memeriksa 2 hingga 3 kali baru ketahuan dan positif COVID-19," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kepada wartawan, Minggu (15/3).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini