• Jelajahi

    Copyright © Kanal Sumut
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Monetize your website traffic with yX Media

    Bawang Bombai Tembus 180 Ribu per Kg Di Medan, Statusnya Langka

    Selasa, 17 Maret 2020, Maret 17, 2020 WIB Last Updated 2020-03-17T02:42:15Z
    yX Media - Monetize your website traffic with us
    yX Media - Monetize your website traffic with us

    www.kanalsumut.com



    Sejak sebulan terakhir bawang bombai di Kota Medan mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, yakni 180 hingga 150 ribu rupiah per kilogramnya, sebelumnya  harga bawang bombai di pasaran, dijual dengan harga 20 hingga 25 ribu rupiah per kilogramnya. 

    www.kanalsumut.com

    Kenaikan harga bawang bombai ini disebabkan minimnya pasokan. Dampak dari mahal dan langkanya bawang bombai ini cukup dirasakan para pelaku usaha kuliner di Kota Medan, untuk menyiasatinya para pelaku kuliner ini  mengalihkan bumbu masak yang sebelumnya menggunakan bawang bombai menjadi bawang jawa  dan bawang paking yang harganya jauh lebih murah
    Disejumlah pasar tradisional di Kota Medan, keberadaan bawang bombai kini sudah mengalami kelangkaan. 


    www.kanalsumut.com


    Seperti yang terjadi di pasar tradisional Halat dan Sukaramai. Tidak semua pedagang sayuran menjual bawang bombai. Ini disebabkan harganya yang cukup tinggi dan minimnya pasokan.
    Hingga senin (16/3), harga bawang bombai di jual bervariasi ada yang 100 ribu perkilo gramnya dan ada yang menjual dengan harga 90 ribu rupiah perkilogramnya.


    Juliani, salah seorang pedagang mengatakan, pekan lalu harga bawang bombai sempat menmbus angka 180 hingga 150 per kilogramnya. Selain mahal, bawang bombai juga kini sulit didapat.  Biasanya bawang bombai di pasar tradisonal Kota Medan hanya di jual dengan harga 20 hingga 25 kilogram perkilonya.


    bombai sempat mahal sampai 180 sekarang udah sekitar 100 sekarang, tapi pembeli pun udah kurang sekarang,semenjak itu kan barang barang kosong, orang beralih pake pre, harga pasarannya 100, barang kosong katanya nga ada barang”, Ujar Juliani.


    www.kanalsumut.com

    Akibat kelangkaan dan mahalnya bawang bombai, masyarakat akhirnya beralih ke bawang prei sebagai bumbu masakan, pengganti bawang bombai, selain murah bawang prei juga bayak beredar dipasaran.


    "bawang ada barangnya tapi busuk busuk semua, jadi bawang mahal, ya pake prei lah bisa di olah orang supaya enak makanan, sekarang orang pake bawang prei ataupun bawang biasa dibikin orang sekarang”, tambah Juliani.



    Sementara itu, akibat tingginya harga bawang bombai, sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Medan terpaksa mengganti bahan baku masakannya menggunakan bawang peking, meski harganya mulai merangkak naik dari 25 ribu perkilogramnya menjadi 30 ribu perkilogramnya, namun bawang peking masih bisa menggantikan fungsi bawang bombai dalam bumbu masakan.



    Seperti yang dilakukan salah satu rumah makan milik Ratna Syafira, yang berada di jalan Kapt. Muslim Medan, ia terpaksa mengganti fungsi bawang bombai sebagai bumbu masakannya dengan menggunakan bawang paking. Ini ia lakukan agar cita rasa masakan tetap terjaga meskipun tanpa bawang bombai.

    ya mungkin dampaknya  yang pertama kita pake alternatif,  untuk mengganti bawang bombai karena kebutuhan kita kan termasuk banyak juga, tapi kita saat ini mengakali dengan mengganti dengan memakai bawang peking, atau dengan bawang lokal”, imbuh Ratna.



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini